Kinerja OPD Dinilai Buruk

PRAYA-Kinerja organisasi perangkat daerah (OPD), di bawah pengawasan Komisi II DPRD Lombok Tengah, dinilai buruk. Mereka pun mengusulkan, agar pejabat bersangkutan dievaluasi, bila perlu dilakukan penyegaran dan perombakan. Kalau tidak, program kerja justru jalan di tempat.
“Ini penilaian yang kami berikan, selama tahun 2018 lalu. Semoga tahun ini, ada perubahan,” harap Ketua Komisi II DPRD Loteng Samsul Qomar, Sabtu (5/1) lalu.
Secara berurutan, beber Qomar OPD yang memiliki nilai terburuk yaitu, Dinas Perindusterian dan Perdagangan (Disperindag). Dinas yang satu itu, memiliki banyak anggaran dari pemerintah pusat dan APBD. Hanya saja, perencanaan dan pelaksanaan anggarannya tidak terarah. Salah satunya, pembangunan beberapa pasar di Loteng.
Kemudian, Dinas Koperasi dan UMKM. Komisi II, kata Qomar telah mengeluarkan rekomendasi, agar pejabat bersangkutan berkinerja atas jabatan yang diembannya, bukan atas gelar kesarjanaan. Lalu, Dinas Pertanian (Dispertan).
“Dinas ini, lagi berurusan dengan jaksa. Itu karena, terjerat kasus pengadaan bibit kedelai,” sesal mantan Ketua Komisi I DPRD Loteng tersebut.
Kendati pucuk pimpinannya tidak bermasalah, diakuinya tapi perlu dilakukan perombakan total. Berikutnya, Dinas Ketahanan Pangan. Komisi II melihat, ada tumpang tindih program kerja antara dinas bersangkutan, dengan Dispertan. Termasuk, dengan program yang di miliki pemerintah desa. Kalau sudah seperti itu, maka sebaiknya dinas tersebut dileburkan saja ke Dispertan.
Selanjutnya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar). Dinas ini, ungkap Qomar selalu mengeluhkan minimnya anggaran. Disatu sisi, tidak ada  inovasi untuk pariwisata Loteng. Baik fisik maupun non fisik. “Yang terakhir, PDAM,” cetusnya.
Ia mengingatkan, PDAM harus berbenah dari sisi pelayanan air bersih, pengelolaan anggaran dan birokrasi. Kalau tidak, maka bisa saja bernasib sama seperti, Perusda Loteng Bersatu. Mohon Bupati, tambah Qomar tidak saja mendengar laporan dari bawahannya. Tapi, bisa mengecek langsung. “Kuncinya, kerja sama,” tambah Anggota Komisi III DPRD Loteng M Tauhid, terpisah.(dss/r2)
The post Kinerja OPD Dinilai Buruk appeared first on Lombok Post.

Pelaku Curat Tertangkap, Satu Masih Buron
Friday October 26, 2018

MATARAM-Tim opsnal Polsek Senggigi kembali mengungkap pencurian dengan pemberatan (curat) di  sebuah kafe. Pelakunya, Amin alias Erul, pemuda pengangguran asal Dusun Senggigi, Desa Senggigi, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat (Lobar). Kejahatan Erul dilakukan bersama rekannya. Berinisial

Pegawai RSUD Terancam Dipangkas
Friday October 26, 2018

MATARAM-Para Pegawai Tidak Tetap atau tenaga kontrak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram patut deg-degean. Imbas rujukan berjenjang BPJS Kesehatan berpotensi membawa efek domino. Para tenaga kontrak berpeluang dirasionaliasi. Menyusul pendapatan RSUD yang juga

The post Pegawai RSUD Terancam Dipangkas appeared first on Blackdiamond Casino.

The post Pelaku Curat Tertangkap, Satu Masih Buron appeared first on Blackdiamond Casino.

local_offerevent_note January 7, 2019

account_box admin