Lima Spa Abal-Abal Ditertibkan

MATARAM-Politisi PPP Kota Mataram H Husni Thamrin akhirnya angkat bicara. Ia mengaku tak tahan jika terus membiarkan daerah ini dikotori usaha berbau esek-esek. Terutama yang dibungkus dalam bentuk karaoke keluarga dan layanan Spa.
Apapun namanya, kata H Husni, praktek esek-esek di kota berjargon Religius ini harus dibasmi. Sampai ke akar-akarnya. “Sebenarnya ini panggung bagi Satpol PP Kota Mataram. Di sinilah mereka bisa menunjukkan ketegasannya pada semua orang. Terutama yang berani melanggar peraturan daerah (Perda),” ungkapnya.
Husni sebenarnya mengapresiasi investigasi yang dilakukan Dansat Pol PP yang menemukan ada dua usaha karaoke yang menyediakan wanita penghibur. “Oh… Tentu saya apresiasi keberaniannya itu,” tegas Husni.
Hanya saja, ia berharap Satpol PP tidak sekedar tebar pesona. Ia yakin persoalan karaoke aroma lendir ini masalah lama. Titik-titiknya sudah dikantongi dengan baik. Bahkan sejak dulu. Saat usaha jenis ini baru digeluti satu dua pengusaha.
“Sekali lagi, jangan sampai ini hanya jadi pencitraan saja,” sindirnya.
Jika Satpol PP sudah berani mengungkap dan memiliki bukti. Bahwa dua tempat hiburan itu menyediakan wanita penghibur. Ia menantang wali kota untuk berani mencabut izin dan menutup dua usaha itu.
“Jangan cuma diungkap lalu dibiarkan lagi, diungkap lagi dibiarkan lagi, tapi tidak pernah ditindak,” cetusnya.
Ia mengingatkan dengan moto Religius, itu sudah cukup menegaskan, bahwa Kota Mataram berbeda dengan daerah lain. Terutama dari sisi konsep layanan fasilitas hiburan. “Kita berbeda dengan di Senggigi dan Gili!” tegasnya.
Masyarakat meletakan norma agama, adat, dan kesusilaan dalam posisi yang tinggi dan sakral. Karena itu, tidak boleh ada siapapun yang membuka usaha tapi bertentangan dengan ketiganya. Sekalipun berdalih punya sumbangsih besar bagi PAD Kota Mataram dan penyerapan tenaga kerja.
“Kontribusi PAD mereka tidak sebanding dengan kerusakan moral generasi kita,” bandingnya.
Ia mengingatkan dampak multidimensi dari hadirnya usaha haram itu. Mulai rusaknya mental generasi muda, hingga keyakinan umat beragama akan hukuman Tuhan yang datang. Jika membiarkan kemaksiatan merajalela di sebuah daerah.
Ia lantas menganalogikan bisnis haram itu ibarat orang yang naik perahu. Lalu salah satu diantara penumpangnya yang haus malah melubangi perahu.
“Yang akan tenggelam itu bukan hanya yang melubangi, tapi yang tidak berbuat ikut tenggelam!” tegasnya.
Karenanya, mau tidak mau, suka tidak suka, para pengusaha itu harus ditindak. Dicabut izin usahanya. Jika pemerintah segan atau takut, maka Husni mengatakan dirinya siap mengomandoi ormas-ormas Islam yang selama ini sudah merasa gerah melihat bisnis ini terus dibiarkan.
“Ormas Islam sudah siap bergerak jika pemerintah tidak siap. Tapi kan selama ini kami percaya pada pemerintah, termasuk institusi penegak perdanya yakni Satpol PP,” ujarnya.
Keyakinan ini dipelihara dengan baik. Dan suatu ketika pemkot diharapkan bisa menunjukan wibawanya dengan bertindak tegas. Melindungi kepentingan lebih besar daripada ambisi beberapa gelintir pengusaha yang haus kekayaan.
“Kami percaya pemkot bisa bertindak tegas. Karenannya kami menahan diri. Apalagi pak Wakil Wali Kota katanya sudah pasang badan untuk aksi mereka!” tantangnya.
Terkait anggaran, Husni bahkan mendukung agar Satpol PP ‘dipersenjatai’ dengan anggaran yang memadai. Mengingat tugas dan tanggung jawab mereka sangat berat. Ia pun termasuk yang setuju setiap kecamatan hingga kelurahan dilengkapi dengan anggota Satpol PP.
“Hanya kan anggaran ini ada di TAPD, kami hanya mengawal dan mengesahkan,” tegasnya.
Sementara itu, Dansat Pol PP Kota Mataram Bayu Pancapati menegaskan pihaknya sudah bersurat ke para pengusaha besar karaoke di Kota Mataram. Mereka akan diminta komitmennya untuk patuh pada aturan usaha di Kota Mataram. Termasuk dengan mematuhi norma-norma luhur yang ada di kota.
“Besok Rabu (hari ini, Red) atau Kamis kita akan panggil,” tegas Bayu.
Bayu menambahkan, langkah penertiban dari sisi administrasi dan perizinan pun sudah ditempuh. Sampai dengan Senin malam (10/12) kemarin, sedikitnya lima salon yang memberikan layanan Spa telah diturunkan baliho dan spanduknya.
“Termasuk mereka juga tidak boleh memberikan layanan Spa lagi,” tegasnya.
Penertiban dari sisi perizinan ini, akan meminimalisir tempat usaha Spa abal-abal. Yang perpotensi menyediakan layanan prostitusi juga di dalamnya. Bayu menegaskan, ini bukan aksi pertama dan terakhir. Tetapi akan terus berlanjut. Hingga akhirnya tidak ada lagi Spa abal-abal Kota Mataram.
“Kami akan terus berlanjut, nanti kami sampaikan lagi hasil penertiban anggota,” janjinya. (zad/r5)

Hasil Napoli vs Fiorentina Skor Akhir 1-0
Saturday September 15, 2018

Gilabola.com – Berikut laporan hasil pertandingan Napoli vs Fiorentina pada pekan keempat Liga Italia di San Paolo, Sabtu (15/09) tengah malam, yang ditutup dengan skor akhir 1-0. Napoli selaku tim urutan kedua klasemen Liga Italia musim lalu tentu punya gengsi untuk meraih tiga poin dari laga ini. Tapi secara moral Fiorentina sedikit lebih unggul setelah menang […]

The post Hasil Napoli vs Fiorentina Skor Akhir 1-0 appeared first on IGK Asia.

The post Lima Spa Abal-Abal Ditertibkan appeared first on Lombok Post.


Thursday January 01, 1970

local_offerevent_note December 12, 2018

account_box admin