Dua Kafe Siapkan Wanita Penghibur

MATARAM-Dansat Pol PP Kota Mataram Bayu Pancapati menepati janjinya. Sepulang dari Luar Daerah, ia langsung memerintahkan anggotanya menertibkan salon yang mencantumkan Spa dalam layanannya.
Ini ia lakukan usai menggelar rapat terbatas dengan Wakil Wali Kota Mataram, Dinas Kesehatan, dan DPMPTSP, Senin (10/12).
“Sesuai janji saya hari ini (kemarin, Red) dan seterusnya tim saya akan terus menertibkan semua salon yang ada tulisan Spanya juga,” kata Bayu.
Setiap plang usaha yang menulis layanan Spa, selain tiga Spa yang telah mendapat izin diminta diturunkan atau akan diturunkan apan namanya. Tiga Spa yang telah memiliki izin antara lain Spa Gayatri, Bambu, dan Spa milik Golden Tulip.
“Pak Kadikes Dkter Usman sudah merekomendasikan pada kami selain tiga itu, silakan ditertibkan,” kutipnya pada perkataan Usman.
Bayu menjanjikan akan menyampaikan pada media hasil dari penertibannya dalam waktu dekat. Kemarin ia belum bisa menyampaikan pada publik aksinya di lapangan, menyusul fasilitas mengangkut anggota yang masih terbatas dan jadwal buka Salon dan Spa yang kebanyakan sore hari.
“Lalu yang kedua hari ini juga (kemarin, Red) saya surati semua tempat karaoke besar di Kota Mataram,” imbuhnya.
Ini kaitannya dengan lokasi hiburan itu ada yang diduga menyediakan wanita penghibur. Bahkan parahnya, wanita penghibur itu dimasukkan dalam ruangan kaca, sehingga bisa dipilih oleh pria hidung belang.
“Saya akan panggil semua, kemungkinan Rabu atau Kamis akan ada pertemuan di tempat kami (Kantor Satpol PP),” ujar Bayu.
Tempat karaoke yang terbukti menyedikan wanita penghibur akan diminta hari itu juga menghentikan aktivitasnya. Jika tidak, Satpol PP berencana membawa persoalan ini ke ranah hukum.
“Ya saya sebut saja BD dan kafe JB (inisial,Red). Keduanya di Cakra,” bebernya.
Dua tempat karaoke ini dalam investigasinya terbukti menyediakan wanita penghibur. Wanita-wanita itu ditaruh dalam ruangan kaca. Mirip seperti di lokalisasi gang Dolly di Surabaya atau di SEnggigi, Lombok Barat. Prilaku dua pengusaha ini membuatnya geram.
Ia ingin semua pengusaha karaoke tidak mengikuti prilaku di balik manajemen BD dan Kafe JB.
“Tulis di sana, ini hasil invetigasi Dansat langsung,” geramnya.
Dengan demikian tidak ada alasan baik bagi BD dan Kafe JB berkilah. Ia mengingatkan dirinya diberi mandat untuk menegakan aturan dan udang-undang. Karenannya ia tidak mau tahu dengan dalih investasi. Toh menurut Bayu, masih ada pengusaha karaoke yang mau bekerja dengan baik-baik dan bersih.
“Yang lain bersih kok, tidak terindikasi. Karenannya kita undang mereka agar tidak meniru dua karoke itu,” sesalnya.
Tindakan tegas ini ia lakukan untuk menjawab tudingan ia pilih kasih. Selama ini kinerjanya kerap dituding tumpul ke atas tajam ke bawah. Tapi ia merasa selama ini telah berlaku sama tanpa pandang bulu.
“PKL saya perlakukan demikian, saya panggil kalau ngeyel kami tindak. Begitu juga pengusaha besar-besar ini,” tegasnya.
Bayu juga merasa perlu menjawab argumentasi dewan yang menyebut anggaran Satpol PP Kota Mataram. Faktanya lanjut Bayu, bahkan porsi anggaran yang mereka terima, tidak sesuai dengan Permendagri 60 tahun 2012 tentang Pedoman Penetapan Jumlah Polisi Pamong Praja.
“Di sana diatur anggaran yang harus diterima Satpol PP itu 0,6 persen dari APBD,” jelasnya.
Seharunya jika mengacu pada aturan itu, anggaran yang harus diterima sebesar paling tidak Rp 8,5 miliar. Tapi nyatanya Satpol PP hanya menerima anggaran Rp 3,4 miliar.
“Bahkan tidak sampai setengahnya!” ujarnya dengan nada tinggi.
Tapi tuntutan semua pihak pada Satpol PP begitu tinggi. Tanpa melihat perbandingan antara tuntutan dengan kemampuan Satpol PP sendiri untuk mengawal perda.
“Rp 3,4 miliar itu habis honor pasukan, kok di bilang besar? Makanya anggota dewan baca dong DPA kami,” cetusnya.
Apalagi status OPDnya dinas. Dipimpin oleh pejabat eselon II. Bukan lagi kantor seperti dulu, dengan tanggung jawab yang besar pula. Tapi Bayu memastikan ini tidak akan mengendurkan niatnya untuk menindak pengusaha nakal. Apalagi Kepala Daerah telah memberikan lampu hijau pada aksinya.
“Mulai hari ini (kemarin, Red) kami mulai (beraksi),” tegasnya.
Kembali ke masalah tempat esek-esek berkedok Spa dan Karaoke, tampaknya investigasi yang dilakukan Bayu kurang jauh. Menyebut tempat karaoke lain bersih dan tidak menyediakan pendampng wanita jelas keliru.
Temuan Lombok Post, selain BD dan Kafe JB, D Karaoke juga menyediakan  pendamping wanita. Pakaiannya seksi dan cantik-cantik. Memang D Karaoke tidak menaruh wanita itu di ruangan berkaca, tapi ketika tamu karaoke meminta, maka belasan wanita akan dibawa ke  ruang karaoke pemesan.
Para wanita berpakaian seadanya itu disuruh berdiri berjejer. Kemudian tamu karaoke akan memilih satu atau dua diantara mereka.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskaa memilih pasang badan dengan aksi koboi Satpol PP yang akan menindak pengusaha nakal. Terutama pengusaha yang telah dengan berani mencabik marwah dan kewibawaan pemerintah.
“Saya beri kewenangan pada mereka untuk menertibkan itu,” tegas Mohan.
Mohan pun terlihat geram. Dengan masih adanya pengusaha yang coba-coba cari keuntungan dengan cara tidak fair. Bertentangan dengan norma agama, kesusilaan, dan adat. Apalagi perda sudah secara tegas melarang semua itu.
Jika memang Satpol PP memegang bukti adanya praktik jual wanita penghibur oleh BD atau Kafe JB, ia minta ditindak tegas.
“Apalagi ini sudah menyangkut kewibawaan pemerintah, saya tidak mau ada persoalan kemasyarakatan muncul karena usaha mereka,” tegasnya.
Tidak hanya mendukung penindakan pada tempat karaoke nakal. Mohan juga termasuk yang menegaskan mulai Senin kemarin, tidak boleh ada lagi tempat Salon yang mencantumkan usaha Spa. Sebelum mereka benar-benar bisa memenuhi syarat membuka usaha Spa.
“Harus ada dokter, perawat, tim ahlinya, dan tenaga profesional, begitu juga fasilitas standar,” ujarnya.
Jika fasilitas itu bisa dipenuhi, tentu ia tidak melarang warga berusaha. Tetapi jika tujuannya hanya untuk gaya-gayaan tetapi ternyata praktiknya jauh dari layanan Spa, Mohan meminta spanduk dan plang usaha mereka diturunkan.
“Saya sudah minta ditertibkan secara tegas,” ujarnya.
Jangan lagi ada Spa abal-abal. Apalagi malah  jadi kamuflase untuk membuka bisnis haram di tengah kota. “Bukan hanya tidak boleh pakai tulisan Spa, tapi juga tidak boleh buka layanan Spa!” peringatnya.
Namun soal anggaran yang dikeluhkan, Mohan mengakui dengan jujur. Memang anggaran yang diterima Satpol PP saat ini jauh dari seharusnya. “Tapi ini bukan hanya Satpol PP, tapi OPD lain pun begitu. Karena kita mengalami devisit anggaran,” ujarnya.
Ini tidak lepas terkait dengan kebijakan pascagempa bumi kemarin. Sehingga perbaikan infrastruktur jadi prioritas tahun 2019 nanti. Tapi Mohan berjanji, jika pada saatnya nanti kondisi fiskal daerah sudah stabil, anggaran Satpol PP akan dimaksimalkan.
“Jadi saya berharap bisa bersabar dulu,” ujarnya.
Ia berharap Satpol PP bisa tetap semangat bekerja di lapangan. Mengawal perda-perda dan berbagai bentuk aturan di Kota Mataram. Ia mengakui ada banyak dan begitu kompleks persoalan sosial kemasyarakatan.
“Satpol PP butuh personel yang cukup dan fasilitas yang memadai,” ujarnya.
Mohan mengakui dirinya respek pada gigihnya Satpol PP menegakan aturan di tengah keterbatasan. Ia berharap konsistensi ini tetap dijaga. Sampai kewibawaan pemerintah terlihat di mata warga kota.
“Saya bertanggung jawab (atas aksi mereka),” tegasnya. (zad/r5)

Breaking & Exiting (2018)
Sunday August 26, 2018

KAKAKDEWA.COM Agen Taruhan Bola Aman Dan Terpercaya Dengan Banyak BONUSNYA! SULUSI STREAMING TAMPA BUFFERING!

The post Breaking & Exiting (2018) appeared first on Blackdiamond Casino.

The post Dua Kafe Siapkan Wanita Penghibur appeared first on Lombok Post.

MAN 1 Lotim Wakili NTB Dalam Lomba Robot Nasional
Friday November 02, 2018

SELONG – Robot mitigasi bencana siswa MAN 1 Lotim berhasil lolos ke tingkat nasional. Pencipta robot Hapipan dan Yatma siswa kelas XII MAN 1  Lotim dirancang untuk mengevakuasi korban gempa bumi. “Idenya, evakuasi yang tidak

The post MAN 1 Lotim Wakili NTB Dalam Lomba Robot Nasional appeared first on Blackdiamond Casino.

local_offerevent_note December 11, 2018

account_box admin